Posted in Travelling

BINTAN HITS

Mending Sertifikasi atau Diklat ke Bogor?

Ya ke Bogorlah sekalian absen ke Bandung. Harusnya sih begitu. Tapi wajib ikut Sertifikasi ke Tanjung Pinang. And welcome back again in Tanjung Pinang.

Ujiannya itu diadakan selama 3 hari. Tapi dari pihak penguji dipercepat jadi dua hari dan hari ketiga penutupan.

IMG-20170517-WA0006
PLTD Air Raja Tanjung Pinang

Sertifikasi yang dilaksanakan adalah Ujian Pemeliharaan Diesel Level 2.  Ujiannya ada ujian tulis, wawancara dan praktek. Alhamdulillah selesai juga ujiannya. Pengujinya ramah dan kami diajak jalan-jalan setelah beres ujian praktek di hari kedua sertifikasi.

Kunjungan kali ini yaitu ke Pulau Penyengat. Pulaunya makam raja-raja melayu. Dari Pelabuhan Tanjung Pinang sekitar 10 menit menggunakan perahu kayu. Lumayan looh sekali berangkat satu perahu 100rb.

IMG-20170517-WA0013
Gerbang Masuk Pulau Penyengat

Sampai di Pulau Penyengat kami berkunjung ke Mesjid Raya Sultan Riau. Di Mesjidnya gak terlalu besar. Di depannya ada mirip saung gitu, adem banget buat santei, tiduran, tapi gak bisa foto foto pas di mesjidnya.

IMG-20170517-WA0012
Mesjid Raya Sultan Riau sebagai Icon Pulau Penyengat

Hanya setengah jam kami kembali ke Tanjung Pinang.

Besoknya, karena sertifikasi sudah selesai. Kami memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke Bintan Resort. Pertama ini aku lupa nama pantainya, Kalau gak salah pantai lancang kuning. Banyak bule lagi berjemur disini. Tapi kita gak bisa sembarangan masuk, daerah-daerah tertentu tidak boleh dilewati karena khusus pengunjung resort. Maklum kami masuknya tanpa bayar.

20170518_125714
Bersama Ica, Bang Satria, Tri dan Bang Ayu
IMG_0525
Cuma motoin Ica aja karena dia baru pertama kali ke Pulau Bintan

Perjalanan dilanjutkan ke Lagoy Bay, masuknya gratis dan langsung bisa foto foto pemandangan pantai disini.

IMG_0445
Lagoy Bay
IMG_0509
Ya Ampun gue gemuk kali

Karena kami bingung mau kemana lagi, akhirnya aku cari cari info tempat tempat di Bintan. Karena kami bawa mobil sendiri dan gak tau jalan. Akhirnya kami mengandalkan google maps. Ceritanya kami mau berkunjung ke Danau Biru di daerah Tanjung Uban. Ternyata oh ternyata kami melewati jalanan berlumpur. Dari kejauhan kami lihat ada tempat tambang disitu, karena ada truck besar disana. Dan Ambleslah mobil yang kami bawa, gak bisa keluar dari genangan air yang penuh lumpur. Terpaksa kami dorong sama sama.

IMG_0546
Gurun Pasir Busung

Antar lanjut atau putar balik. Akhirnya kami memutuskan untuk terus jalan. Ternyata kami gak dapat apa apa. Hopeless banget. Akhirnya kami memutuskan pulang. Tapi lagi lagi aku ngasih ide untuk ke tempat Gurun Pasir Busung yang gak jauh dari tempat itu. Dan kami pun melanjutkan perjalanan.

IMG_0563
Danau Biru
20170518_171701
Finally ketemu

Eh pas kami mau ke tempat Gurun Pasir, ternyata Danau Birunya itu deket dari tempat kami nyasar. Ya ampuun untung saja kami gak langsung pulang. Setidaknya meski kami cape, kaki berlumpur, akhirnya terbayar dengan foto-foto kami disini.

Sebetulnya danau birunya itu luas sekali. Ada tempat khusus untuk foto yang instagramable banget. Tapi, karena waktu udah sore dan tidak ada orang di tempat itu. Kami hanya menelusuri danau biru yang pertama kami jumpai.

Perjalanan kali ini benar-benar adventure banget. Tegangnya ada, capenya ada, kotornya ada, senengnya ada, ketawanya banyak. Dan hari pun ditutup dengan kumpul bareng kawan-kawan tanjung pinang.

20170518_210815

Betewe kali ini aku gak bawa kamera, jadi modal hp iphone temen.

#latepost #throwback #Mei2017

 

Posted in Motivation

Welcome Ramadhan 1438 H

May Allah always strengthen us.

May Allah makes it easy for us.

May this Ramadhan will be better than before.

I’m asking your forgiveness if i did something might hurt you all.

I’m wishing you a blessed and peaceful month.

Let’s entering Ramadhan with pure heart.

Marhaban Ya Ramadhan.

Posted in Travelling

Main di Tanjung Pinang

2017_0430_02181000[1]

Sebenarnya ini bonus. Selang beberapa hari setelah dari Padang. Aku bersama senior dan boss dari kantor ada rapat ke Tanjung Pinang. Akhirnya ke Tanjung Pinang juga hehe

Rapat diadakan dua hari, Kamis dan Jumat. Dan ternyata aku baru sadar kalau Seninnya itu tanggal merah, 1 Mei 2017. Jalan-jalan lagi 😀

Tapi karena sadarnya telat, aku cuma nyiapin kamera aja. Tanpa planning sama sekali.

Akhirnya setelah rapat beres, aku gak pulang bareng seniorku.

Aku sengaja pesan tiket Senin. Dan diajak jalan-jalan sama kawan-kawan di Tanjung Pinang.

2017_0429_10374200[1]2017_0429_10372600[1]

Ini nih tempat wisata sekaligus tempat ibadahnya orang cina. Patung Seribu.

2017_0430_02075200[1]
It means face yourself
2017_0430_02144300[1]
Like in Thailand huh?
Tempat ini gak jauh dari Pusat Kota. Butuh waktu setengah jam. Tempatnya dekat dengan Lanud TNI AU. Ada satu patung besar dan patung seribu. Tempatnya bersih. Masuk ke tempat ini cukup bayar 5000 sudah bisa memanjakan mata dengan takjubnya ukiran patung buatan manusia ini.

Makanan khas Tanjung Pinang ini adalah seafood. Ada otak-otak dan gonggong. Tapi bahaya bisa bikin kolestrol naik.

Tanjung Pinang ini merupakan Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau. Menurutku, Provinsi ini benar-benar tertata. Ibu Kotanya dikhususkan sebagai pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Untuk Pusat Industri dan Perdagangan semuanya ada di Batam. Untuk Pusat Wisata semuanya ada di Bintan. Bagaimana? tertarik berkunjung? hehe

Trip kali ini ditutup dengan jalan-jalan di Costarina Batam. Mirip Ancol versi mini. Tapi sayang tempatnya kurang terawat.

Selain itu kami nonton ff8 dan guardian of galaxy 2 secara berturut-turut. Maklum di Tanjung Pinang belom ada Bioskop. Jadi kawanku kalau ke Batam nontonnya sekaligus dua film.

2017_0501_03445900[1]
Costarina Batam
Posted in Travelling

Pesona Sumbar

2017_0423_23030000[1]

Hi, welcome back again. Enjoy my picts and the stories.

Udah lama aku gak share keseharian aku nih. Karena selama satu bulan ini banyak jalan-jalan keluar. Alhamdulillah dikasih kesempatan kerja keluar kota sekaligus jalan-jalan.

Aku mau cerita nih waktu jalan-jalan bareng senior-senior di kantor. Kami rencana menghadiri undangan pernikahan anaknya senior kantor.

Dan dimulailah perjalanan kami dari Pekanbaru menuju Padang, Sumantra Barat.

Jalanannya Ektrim!

Perjalanan dari Pekanbaru menuju Kampar memakan waktu 2 jam. Dari Kampar menuju Payakumbuh nih jalanannya ektrim. Tanjakan terus belok. Jalanannya menelusuri bukit dan pegunungan. Di Koto Panjang daerah Kampar ini ada PLTA dengan bendungan yang luas sekali. Indah banget. Dan sampailah di Kelok Sembilan. Jalan lintas Sumatra yang penomenal.

DSCF1328[1]
Kelok Sembilan
Selang sebentar sembari melepas kantuk dengan kopi, perjalanan dilanjutkan menuju Bukit Tinggi. Daerah ini mirip mirip Bandungnya Sumbar. Udaranya dingin dan banyak pegunungan.

Dan sampailah di Padang, Kotanya orang Minang.

DSCF1273[1]
Pantai Padang
Kami menginap di Hotel dekat pantai padang. Disini banyak taman-taman bagus yang sudah dibenahi pemerintah kota. Ada kejadian niih disini. Kaca mobil belakang dipecahin warga yang lagi tawuran. Kan pikiranku jadi negative tentang Padang.

Oh iya, di Padang ini tidak ada yang namanya supermarket Ind*mart dan Al*amart. Jadi kalau mau cari warung buat beli keperluan lumayan ribet. Mini marketnya gak banyak.

Makanan khas disini ya sama halnya dengan Warung Nasi Padang. Tapi bukan Warung Padang namanya. Seafood juga banyak.

Waktu di Padang, diajak jalan-jalan ke Pantai Carolina dan ke Pariaman.

Di Padang ini semuanya ada. Mau ke Gunung ada. Mau ke Pantai Banyak. Paket Komplit deh kalau buat jalan-jalan.

Pantai Carolina ini dikelilingi bukit-bukit. Lumayan bersih pantainya. Kami naik perahu menuju pulau pasir yang jaraknya cukup dekat dari pantai.

2017_0423_23120400[1]

2017_0423_23085400[1]
Pasir Putih
DSCF1109[1]

DSCF1105[1]
Gara gara ombaknya besar sampe patah kayunya (sebetulnya gara-gara aku yang kelamaan turun, akhirnya diterjang ombak)
Dari Pantai Caroline kami lanjut ke kondangan senior. Sepulang dari sana perjalananpun dilanjutkan ke Pariaman.

DSCF1193[1]2017_0424_04283600[1]2017_0424_05091200[1]

2017_0424_05062200[1]
Nemu Layangan I ❤ U
Disini pantainya bagus untuk liat sunset. Lautnya langsung membentang menuju Samudra Hindia. Ombaknya besar sekali. Sayang waktu disini aku tak sempat lihat sunset karena harus kembali ke Padang.

Perjalanan pun ditutup dengan berburu oleh-oleh dan singgah sebentar di Air Terjun Lembah Anai.

DSCF1297[1]
Air Terjun Lembah Anai
That’s All. Thanks to Pak Sabar, Pak Yulis, Bang Likin, dan Bang Ayu untuk tripnya selama tiga hari. Semoga lain waktu Pembangkitan bisa jalan-jalan lagi yaa..

Posted in Motivation

Anak Rantau

2017_0304_21520500

Enggak terbesit sama sekali bahwa aku akan tinggal di tempat yang jauh dari keluarga, merantau keluar pulau jawa. Dunia kerja menjadi hal baru bagiku. Seiring dengan aku lulus kuliah. Akhirnya tanpa membuang banyak waktu, aku mendapat pekerjaan yang mengharuskan aku ditempatkan di seluruh Indonesia.

Aku memang pernah berdoa. Berdoa agar aku merantau jauh dari kota yang membuatku patah, Bandung. Agar aku bisa mengobati hati dan menata kehidupanku. Akhirnya Tuhan mendengarkan doaku. Tuhan tahu sekali bahwa aku membutuhkan kehidupan baru. Tuhan tahu bahwa aku perlu untuk selalu dekat dengannya.

Sebulan di Pekanbaru lebih banyak nangisnya daripada bersyukurnya. Lebih banyak merajuk ingin pulang ke Jawa daripada menyusun rencana. Banyak sekali kesulitan yang aku alami. Susah makan dan terkendala transportasi. Jujur saja aku tidak begitu menyukai masakan Sumatra, terlalu banyak santen. Selama 3 bulan lebih banyak makan gak sehat seperti junkfood, baso, mie ayam, penyet.

Barulah setelah berhasil pulang kampung untuk melepas rindu dan kembali ke Pekanbaru, aku merasakan bagaimana rasanya merantau dan pulang kampung yang benar-benar pulang kampung.

Merantau memberiku kekuatan, keberanian, dan kemandirian yang bahkan sampai saat ini aku tidak menyangka aku bisa melakukannya.

Kemana-mana sendiri naik motor. Gak perlu ngerepotin orang lain. Padahal dulu saat kuliah sering banget ngerepotin banyak temen. Terimakasih yaa buat teman-teman Kuliah, teman-teman SMA, SMP, SD bahkan yang sudah banyak membantu.

Sekarang aku menikmati kemandirian dengan banyak hal positif, lebih banyak bereksperimen makanan karena masak sendiri. Sering bawa bekal ke kantor atau ke kampus, belajar berhemat dan belajar untuk jadi istri yang baik. 😀

Terlepas dari itu, berhati-hatilah jika ditempat rantau. Kenali daerahnya. Jangan sampai sepertiku. Kena jambret. Handphone ilang. Alhamdulillah hanya handphone yang diambil. Aku teledor karena pulang malem dari kantor ke kostan jalan kaki. Main handphone di pinggir jalan. Eh diambil sama orang. Direbut dengan mudahnya. Padahal kondisi jalanan ramai. Aku memang setiap hari jalan kaki. Ya mungkin peringatan saja untuk selalu aware dimanapun.

Semenjak itulah aku memberanikan diri untuk mengendarai motor. Berawal dari situlah kemandirianku bertambah.

Aku merasakan bagaimana pedihnya jadi anak rantau adalah ketika handphone ilang, uang sedikit gara-gara dipake buat bayar kuliah, dan kostan mahal. Gajian masih lama. Benar-benar sabar banget nunggu gajian buat beli handphone baru. Gajian tiba dipake beli handphone, bayar kostan, langsung ludes. Sebulan bertahan dari godaan makanan elit dan dari godaan shopping.

Satu hal yang aku selalu ingat dimana pun adalah jangan lupa shalat, jangan lupa untuk selalu berdoa pada Allah SWT. Ditempat yang jauh dari keluarga, kepada siapa lagi kita minta tolong kalau bukan sama Tuhan sendiri?

Begitulah sedikit cerita dari anak rantau. Bagaimana ceritamu?

 

 

Posted in Travelling

White Sand Island

DSCF0594
Feel Free

Lebih dikenal dengan Pulau beralas pasir. Tempat ini merupakan surganya Bintan.

Pulau ini berada di Bintan Timur, satu jam dari Lagoi. Akses menuju White Sand Island menggunakan boat. Tempat ini sekarang dikelola oleh swasta sebagai destinasi wisata. Tiket untuk pulang pergi ke tempat ini seharga 150rb/org untuk turis lokal. Ditambah lain-lain seperti life vest kurang lebih 170-180rb/org. Gak akan nyesel ngeluarin uang segini buat melihat pamandangan alam yang sungguh luar biasa indah.

DSCF0539
Awas si baju merah jangan sampai lepas

Pasir putih dan air laut yang biru bersih sangat memanjakan mata.
Kebetulan saat aku kesini tidak terlalu banyak orang jadi tempatnya lumayan sepi. Kita dimanjakan dengan suara angin sepoi sepoi dan ombak laut, juga suara burung-burung.

DSCF0691
So Blue

Pihak pengelola menyediakan beberapa paket wisata, ada snorkeling, kayak, dll. Disini juga tersedia tempat penginapan. Rekomen banget buat para backpacker atau traveller kalau ke Bintan wajib kesini. Best place ever so far.

DSCF0701
Warna Warni kehidupan pantai
DSCF0710
White Sand Island

 

 

Posted in Travelling

Treasure Bay

DSCF0402
Gak terlalu fokus siih.. tapi lumayan senyumnya mengalihkan duniamu 😀

Kata pertama pas masuk ke kawasan ini adalah
“Aahh pantainya baguusss.. pasirnya putih banget..” eeh ternyata bukan pasir. 😀

DSCF0440
Bersama Sahabat yang mau diajak kemana mana

Treasure bay merupakan kawasan wisata air atau lebih dikenal pantai buatan. Ini keren banget tempatnya. Kalau dari jauh mirip banget kaya pantai beneran. Lumayan luas tempatnya.

DSCF0398
Bawaannya pengen nyebur

Tiket masuk ke tempat ini 100rb, hanya untuk berenang saja. Disini disediakan banyak olahraga air dan permainan air. Lumayan harganya mahal-mahal dan durasi mainnya sebentar sekali.

DSCF0466
The Canopy

Ditempat ini juga ada penginapannya. The Canopy. Bagus tempatnya. Tapi harganya juga lumayan.

DSCF0472
The Sun’s Light

Yang paling aku suka saat liburan ini adalah cuaca sangat sangat mendukung sekali. Panas terik lumayan bikin muka gosong.