Posted in Love

Surat Untuk Fajar

Kita bertemu di waktu dan situasi yang salah. Dalam cinta segitiga. Itu benar. Kau hadir saat aku jauh dari Dia. Mungkin jika kita bertemu di waktu dan situasi yang berbeda saat itu, kita bisa jadi sahabat baik. Namun inilah yang terjadi, kau mengambil tempatku dan pergi bersama Dia.

Hingga tadi malam kita bertiga bertemu. Tanpa kata hanya senyuman beku. Hanya hati yang menggerutu kenapa harus bertemu. Semalam, ingin rasanya aku menegur sapa dengan cara berbeda, ingin rasanya mengobrol banyak, menceritakan Dia seperti apa. Tapi, apalah daya bibir ini kelu, tubuh ini gemetar. Jadi izinkan aku untuk bercerita disini.

Hai Cantik, maafkan aku yang memangilmu “Cewek Permak”. Itu kata kata yang terlintas di kepalaku ketika teman-teman sekelasmu bilang ‘halismu kaya pake spidol snowman, pipimu pake bedak yang tebel banget’. Maaf atas kata-kata yang sangat menyinggungmu. Aku tahu kamu cantik, bahkan sebelum wajahmu saat ini. Angga selalu bilang kamu orangnya baik, sangat baik bahkan. Dan aku sangat mengerti itu, kamu baik. Jadi aku tidak khawatir Dia memilihmu.

Aku khawatir karena Dia tidak bisa memegang kata katanya. Aku khawatir karena Dia memecahkan kenanganku bersamanya, menghancurkan mimpi-mimpi kita. Tapi biarlah itu menjadi cerita lalu. Aku ingin Dia bahagia, jadi tolong jaga Dia ya.

Aku tahu dan kamu pun tahu. Aku sudah sangat mengenalnya luar dalam. Sifat dan kelakuannya. Maaf aku sempat emosi dengan mengatakan Dia brengsek. Itu hanya kata-kata untuk memancingmu. Kata-kata yang akan kau tanyakan padanya. Bukankah semua laki-laki brengsek, kecuali ayahku. Maaf atas kata-kataku itu.

Dia baik. Sangat baik. Saat itu semester 4. Kita sering sekali makan bareng, ngerjain tugas bareng, pergi ke warteg, ke alfa ciwaruga atas buat sekedar ngobrol, nonton di laptop sambil nangis gara-gara nonton Hello Ghost. Sampai suatu ketika Dia menyatakan perasaannya padaku. Bahkan saat itu aku belum sadar dengan perasaanku padanya. Waktu semakin berjalan. Perasaanku tumbuh saat kita dipisahkan jarak. Dia di Jakarta dan aku di Garut. Tapi itu tetap membuat kita menjalin hubungan baik. Setiap Dia senggang, Dia selalu meluangkan waktu untuk meneleponku. Aku pun demikian, setiap weekend pasti saja apelin hp.

Masuk semester 5, kita disibukkan dengan tugas PKL. Dan hubunganku dengannya semakin dekat. Sampai teman-teman tahu. Semester 6 kita semakin dekat dengan sibuknya tugas akhir dan project yang kita kerjakan berdua. Teman-teman, dosen-dosen, teman-teman deket kostan, dan bahkan bagian adminitrasi jurusan sudah tahu hubunganku dengannya.

Kalian pacaran? Entahlah. Tapi tidak bisa dikatakan tidak. Karena apa yang terlihat tidak dapat menjelaskan dengan benar. Bahkan yang tidak terlihatpun tidak dapat menjelaskan dengan benar. Aku dan Dia berkomitmen untuk tidak pacaran. Dia sudah sering ke rumahku. Bertemu ayah, adeku, bahkan bertemu nenek sebelum sebulan dua bulan nenek meninggal.

Dia juga sering menyuapiku sejak kita dekat. Pergi belanja bulanan ke Borma berdua, pergi ke bioskop berdua, yang bahkan dia sendiri belum pernah ke bioskop. Aku tahu Dia masih menyimpan ticket nonton kita pertama kali sampai terakhir kali. Lihat saja dompetnya. Bahkan Ari sabahatnya tahu itu. Jadi sebenarnya apa yang Dia lakukan denganmu adalah hal yang biasa Dia lakukan denganku.

Dia pintar. Itulah yang membuatku dekat dengannya. Dia dewasa daripada umurnya. Bahkan lebih dewasa daripada aku yang lebih tua darinya juga lebih dewasa ketimbang teman-teman seangkatannya. Aku suka sopan santunnya, aku suka senyumnya, aku suka dengan apa yang ada padanya.

Dulu aku sering menangis. Takut Dia akan meninggalkanku. Tapi Dia sering menenangkanku dan berkata “Aku disini, aku tidak akan pergi”. Terakhir kali, saat aku akan pindah kostan ke rumah, Dia yang menangis padaku, semalaman Dia menangis. Dia takut tidak bersamaku lagi. Pada akhirnya kita saling menguatkan. Dan aku pun hanya bisa bertemu seminggu sekali saat aku ke bandung.

Dan ternyata kamu sudah menjadikannya Targetmu. Rizal cerita padaku kamu sering bertanya-tanya tentang Dia saat libur semester 6. Itu berarti ketika aku masih bersamanya. Dia pun cerita, kalian baru kontakan seminggu sebelum aku pindah kostan. Aku bahkan tahu kamu temenan dengannya di facebook baru Juni tahun ini. Hanya dengan kata-kata Rizal “sok ka evan buat memperbaiki keturunan da evan mah pinter. Masa depan cerah deui.”

Kamu tidak pernah tahu selama 3 semester terakhir kemarin seperti apa. Saat Dia mengikuti tes rekrutmen schlumber, Dia selalu meminjam buku padaku. Untuk belajar. Memberinya semangat. Akhirnya Dia lolos dan training disana. Saat Tugas Akhir dan project berdua, kita sama sama bareng kesana kemari, susah senang berdua, dimarahin dosen, becanda berdua. Saat dia sakit, aku yang mengurusnya. Beli bubur, makanan, nyuapin, beli obat. Bahkan ngambil tempat tidur aku, karena dia tumbang di kostan aku. Saat tes rekrutmen, dia mengajakku. Pergi ke Jakarta bareng, ikut tes ini itu, becanda di mobil. Sampai pada akhirnya kita berdua diterima.

Terlalu banyak kenangan bersamanya. Dan itu menyakitkan ketika Dia harus pergi. Pergi ke tempat lain. Pergi denganmu yang dapat dengan mudahnya mendapatkan cintanya.

Dulu kamu juga pernah bilang padaku kan, bahwa kamu menjadi diri sendiri apabila bersamanya. Jadi demi kebaikannya, demi kebahagiaannya, aku melepasnya. Dia baik, tidak suka makan kacang, suka film korea yang sedih sedih, suka sama pemerannya Cha Tae Yun, dan masih banyak lagi.

Maaf atas kelakuanku. Maaf sudah mengganggu hubunganmu dengannya. Aku hanya ingin tahu sejauh mana cintanya sekarang, ternyata yang ada dipikirannya bukan aku lagi.

Jadi aku melepasnya.

Terimakasih untuk sempat membacanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s