Posted in Motivation

Welcome Ramadhan 1438 H

May Allah always strengthen us.

May Allah makes it easy for us.

May this Ramadhan will be better than before.

I’m asking your forgiveness if i did something might hurt you all.

I’m wishing you a blessed and peaceful month.

Let’s entering Ramadhan with pure heart.

Marhaban Ya Ramadhan.

Posted in Travelling

Main di Tanjung Pinang

2017_0430_02181000[1]

Sebenarnya ini bonus. Selang beberapa hari setelah dari Padang. Aku bersama senior dan boss dari kantor ada rapat ke Tanjung Pinang. Akhirnya ke Tanjung Pinang juga hehe

Rapat diadakan dua hari, Kamis dan Jumat. Dan ternyata aku baru sadar kalau Seninnya itu tanggal merah, 1 Mei 2017. Jalan-jalan lagi 😀

Tapi karena sadarnya telat, aku cuma nyiapin kamera aja. Tanpa planning sama sekali.

Akhirnya setelah rapat beres, aku gak pulang bareng seniorku.

Aku sengaja pesan tiket Senin. Dan diajak jalan-jalan sama kawan-kawan di Tanjung Pinang.

2017_0429_10374200[1]2017_0429_10372600[1]

Ini nih tempat wisata sekaligus tempat ibadahnya orang cina. Patung Seribu.

2017_0430_02075200[1]
It means face yourself
2017_0430_02144300[1]
Like in Thailand huh?
Tempat ini gak jauh dari Pusat Kota. Butuh waktu setengah jam. Tempatnya dekat dengan Lanud TNI AU. Ada satu patung besar dan patung seribu. Tempatnya bersih. Masuk ke tempat ini cukup bayar 5000 sudah bisa memanjakan mata dengan takjubnya ukiran patung buatan manusia ini.

Makanan khas Tanjung Pinang ini adalah seafood. Ada otak-otak dan gonggong. Tapi bahaya bisa bikin kolestrol naik.

Tanjung Pinang ini merupakan Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau. Menurutku, Provinsi ini benar-benar tertata. Ibu Kotanya dikhususkan sebagai pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau. Untuk Pusat Industri dan Perdagangan semuanya ada di Batam. Untuk Pusat Wisata semuanya ada di Bintan. Bagaimana? tertarik berkunjung? hehe

Trip kali ini ditutup dengan jalan-jalan di Costarina Batam. Mirip Ancol versi mini. Tapi sayang tempatnya kurang terawat.

Selain itu kami nonton ff8 dan guardian of galaxy 2 secara berturut-turut. Maklum di Tanjung Pinang belom ada Bioskop. Jadi kawanku kalau ke Batam nontonnya sekaligus dua film.

2017_0501_03445900[1]
Costarina Batam
Posted in Travelling

Pesona Sumbar

2017_0423_23030000[1]

Hi, welcome back again. Enjoy my picts and the stories.

Udah lama aku gak share keseharian aku nih. Karena selama satu bulan ini banyak jalan-jalan keluar. Alhamdulillah dikasih kesempatan kerja keluar kota sekaligus jalan-jalan.

Aku mau cerita nih waktu jalan-jalan bareng senior-senior di kantor. Kami rencana menghadiri undangan pernikahan anaknya senior kantor.

Dan dimulailah perjalanan kami dari Pekanbaru menuju Padang, Sumantra Barat.

Jalanannya Ektrim!

Perjalanan dari Pekanbaru menuju Kampar memakan waktu 2 jam. Dari Kampar menuju Payakumbuh nih jalanannya ektrim. Tanjakan terus belok. Jalanannya menelusuri bukit dan pegunungan. Di Koto Panjang daerah Kampar ini ada PLTA dengan bendungan yang luas sekali. Indah banget. Dan sampailah di Kelok Sembilan. Jalan lintas Sumatra yang penomenal.

DSCF1328[1]
Kelok Sembilan
Selang sebentar sembari melepas kantuk dengan kopi, perjalanan dilanjutkan menuju Bukit Tinggi. Daerah ini mirip mirip Bandungnya Sumbar. Udaranya dingin dan banyak pegunungan.

Dan sampailah di Padang, Kotanya orang Minang.

DSCF1273[1]
Pantai Padang
Kami menginap di Hotel dekat pantai padang. Disini banyak taman-taman bagus yang sudah dibenahi pemerintah kota. Ada kejadian niih disini. Kaca mobil belakang dipecahin warga yang lagi tawuran. Kan pikiranku jadi negative tentang Padang.

Oh iya, di Padang ini tidak ada yang namanya supermarket Ind*mart dan Al*amart. Jadi kalau mau cari warung buat beli keperluan lumayan ribet. Mini marketnya gak banyak.

Makanan khas disini ya sama halnya dengan Warung Nasi Padang. Tapi bukan Warung Padang namanya. Seafood juga banyak.

Waktu di Padang, diajak jalan-jalan ke Pantai Carolina dan ke Pariaman.

Di Padang ini semuanya ada. Mau ke Gunung ada. Mau ke Pantai Banyak. Paket Komplit deh kalau buat jalan-jalan.

Pantai Carolina ini dikelilingi bukit-bukit. Lumayan bersih pantainya. Kami naik perahu menuju pulau pasir yang jaraknya cukup dekat dari pantai.

2017_0423_23120400[1]

2017_0423_23085400[1]
Pasir Putih
DSCF1109[1]

DSCF1105[1]
Gara gara ombaknya besar sampe patah kayunya (sebetulnya gara-gara aku yang kelamaan turun, akhirnya diterjang ombak)
Dari Pantai Caroline kami lanjut ke kondangan senior. Sepulang dari sana perjalananpun dilanjutkan ke Pariaman.

DSCF1193[1]2017_0424_04283600[1]2017_0424_05091200[1]

2017_0424_05062200[1]
Nemu Layangan I ❤ U
Disini pantainya bagus untuk liat sunset. Lautnya langsung membentang menuju Samudra Hindia. Ombaknya besar sekali. Sayang waktu disini aku tak sempat lihat sunset karena harus kembali ke Padang.

Perjalanan pun ditutup dengan berburu oleh-oleh dan singgah sebentar di Air Terjun Lembah Anai.

DSCF1297[1]
Air Terjun Lembah Anai
That’s All. Thanks to Pak Sabar, Pak Yulis, Bang Likin, dan Bang Ayu untuk tripnya selama tiga hari. Semoga lain waktu Pembangkitan bisa jalan-jalan lagi yaa..

Posted in Motivation

Anak Rantau

2017_0304_21520500

Enggak terbesit sama sekali bahwa aku akan tinggal di tempat yang jauh dari keluarga, merantau keluar pulau jawa. Dunia kerja menjadi hal baru bagiku. Seiring dengan aku lulus kuliah. Akhirnya tanpa membuang banyak waktu, aku mendapat pekerjaan yang mengharuskan aku ditempatkan di seluruh Indonesia.

Aku memang pernah berdoa. Berdoa agar aku merantau jauh dari kota yang membuatku patah, Bandung. Agar aku bisa mengobati hati dan menata kehidupanku. Akhirnya Tuhan mendengarkan doaku. Tuhan tahu sekali bahwa aku membutuhkan kehidupan baru. Tuhan tahu bahwa aku perlu untuk selalu dekat dengannya.

Sebulan di Pekanbaru lebih banyak nangisnya daripada bersyukurnya. Lebih banyak merajuk ingin pulang ke Jawa daripada menyusun rencana. Banyak sekali kesulitan yang aku alami. Susah makan dan terkendala transportasi. Jujur saja aku tidak begitu menyukai masakan Sumatra, terlalu banyak santen. Selama 3 bulan lebih banyak makan gak sehat seperti junkfood, baso, mie ayam, penyet.

Barulah setelah berhasil pulang kampung untuk melepas rindu dan kembali ke Pekanbaru, aku merasakan bagaimana rasanya merantau dan pulang kampung yang benar-benar pulang kampung.

Merantau memberiku kekuatan, keberanian, dan kemandirian yang bahkan sampai saat ini aku tidak menyangka aku bisa melakukannya.

Kemana-mana sendiri naik motor. Gak perlu ngerepotin orang lain. Padahal dulu saat kuliah sering banget ngerepotin banyak temen. Terimakasih yaa buat teman-teman Kuliah, teman-teman SMA, SMP, SD bahkan yang sudah banyak membantu.

Sekarang aku menikmati kemandirian dengan banyak hal positif, lebih banyak bereksperimen makanan karena masak sendiri. Sering bawa bekal ke kantor atau ke kampus, belajar berhemat dan belajar untuk jadi istri yang baik. 😀

Terlepas dari itu, berhati-hatilah jika ditempat rantau. Kenali daerahnya. Jangan sampai sepertiku. Kena jambret. Handphone ilang. Alhamdulillah hanya handphone yang diambil. Aku teledor karena pulang malem dari kantor ke kostan jalan kaki. Main handphone di pinggir jalan. Eh diambil sama orang. Direbut dengan mudahnya. Padahal kondisi jalanan ramai. Aku memang setiap hari jalan kaki. Ya mungkin peringatan saja untuk selalu aware dimanapun.

Semenjak itulah aku memberanikan diri untuk mengendarai motor. Berawal dari situlah kemandirianku bertambah.

Aku merasakan bagaimana pedihnya jadi anak rantau adalah ketika handphone ilang, uang sedikit gara-gara dipake buat bayar kuliah, dan kostan mahal. Gajian masih lama. Benar-benar sabar banget nunggu gajian buat beli handphone baru. Gajian tiba dipake beli handphone, bayar kostan, langsung ludes. Sebulan bertahan dari godaan makanan elit dan dari godaan shopping.

Satu hal yang aku selalu ingat dimana pun adalah jangan lupa shalat, jangan lupa untuk selalu berdoa pada Allah SWT. Ditempat yang jauh dari keluarga, kepada siapa lagi kita minta tolong kalau bukan sama Tuhan sendiri?

Begitulah sedikit cerita dari anak rantau. Bagaimana ceritamu?

 

 

Posted in Travelling

White Sand Island

DSCF0594
Feel Free

Lebih dikenal dengan Pulau beralas pasir. Tempat ini merupakan surganya Bintan.

Pulau ini berada di Bintan Timur, satu jam dari Lagoi. Akses menuju White Sand Island menggunakan boat. Tempat ini sekarang dikelola oleh swasta sebagai destinasi wisata. Tiket untuk pulang pergi ke tempat ini seharga 150rb/org untuk turis lokal. Ditambah lain-lain seperti life vest kurang lebih 170-180rb/org. Gak akan nyesel ngeluarin uang segini buat melihat pamandangan alam yang sungguh luar biasa indah.

DSCF0539
Awas si baju merah jangan sampai lepas

Pasir putih dan air laut yang biru bersih sangat memanjakan mata.
Kebetulan saat aku kesini tidak terlalu banyak orang jadi tempatnya lumayan sepi. Kita dimanjakan dengan suara angin sepoi sepoi dan ombak laut, juga suara burung-burung.

DSCF0691
So Blue

Pihak pengelola menyediakan beberapa paket wisata, ada snorkeling, kayak, dll. Disini juga tersedia tempat penginapan. Rekomen banget buat para backpacker atau traveller kalau ke Bintan wajib kesini. Best place ever so far.

DSCF0701
Warna Warni kehidupan pantai
DSCF0710
White Sand Island

 

 

Posted in Travelling

Treasure Bay

DSCF0402
Gak terlalu fokus siih.. tapi lumayan senyumnya mengalihkan duniamu 😀

Kata pertama pas masuk ke kawasan ini adalah
“Aahh pantainya baguusss.. pasirnya putih banget..” eeh ternyata bukan pasir. 😀

DSCF0440
Bersama Sahabat yang mau diajak kemana mana

Treasure bay merupakan kawasan wisata air atau lebih dikenal pantai buatan. Ini keren banget tempatnya. Kalau dari jauh mirip banget kaya pantai beneran. Lumayan luas tempatnya.

DSCF0398
Bawaannya pengen nyebur

Tiket masuk ke tempat ini 100rb, hanya untuk berenang saja. Disini disediakan banyak olahraga air dan permainan air. Lumayan harganya mahal-mahal dan durasi mainnya sebentar sekali.

DSCF0466
The Canopy

Ditempat ini juga ada penginapannya. The Canopy. Bagus tempatnya. Tapi harganya juga lumayan.

DSCF0472
The Sun’s Light

Yang paling aku suka saat liburan ini adalah cuaca sangat sangat mendukung sekali. Panas terik lumayan bikin muka gosong.

Posted in Travelling

Bintan Mangrove Discovery Tour

DSCF0343
Sendalnya bikin salfok

Salah satu destinasi wisata di Bintan yang paling banyak diminati para wisatawan lokal dan asing adalah Bintan Mangrove Discovery Tour. Lokasiny berada di dikawasan Lagoi, Bintan.

DSCF0264

Tiket masuk untuk wisatawan lokal seharga 150-250rb. Tergantung berasal dari daerah mana. Tour Guidenya sangat pandai berbahasa inggris dan sangat ramah.

Lokasi Mangrovenya sangat luas dan masih asri. Di tempat ini masih banyak ditemukan hewan liar, seperti ular, tupai, dll. Tour disini menggunakan boat yang bisa menampung maksimal 10 orang. Perjalanan tour memakan waktu 1 jam s.d 1 setengah jam.

DSCF0312
Bersama Ari, partner backpacker
DSCF0335
Bersama wisatawan dari Jakarta