Mungkin dendam dan rasa sakitku sudah di penghujung akhir.
Karena yang tersisa kini hanya sebuah penyesalan.


Seketika kita menjadi fana
Lalu tak saling sapa
Seperti tak ada rasa
Haruskah mematung dalam pura pura?
-Kita dalam pura-pura-

Kita

Posted in Love

Cinta Pertama

Rindu rasanya jika sehari saja tidak bertemu dengannya.
Berharap bertemu di lorong gedung, hanya untuk melihat senyumnya.
Selalu menanti kedatangannya.
Selalu ingin bersamanya dimana pun dan kapan pun.

Itulah yang aku rasakan pertama kalinya ketika aku tidak tau apa yang aku rasa.
Aku selalu mencari alasan untuk selalu bersama dengannya. Meski hanya sekedar minta jemput, minta antar, nebeng, ngajak makan, nonton bareng atau ngerjain tugas bareng. Itu spesial buatku.

Tanpa terasa aku mulai cemburu ketika dirinya sibuk. Aku cemburu ketika dirinya dekat dengan wanita lain. Aku cemburu saat aku tak bisa bersama dengannya.

Aku mulai menyadari aku jatuh cinta sekaligus jatuh hati pada sosok yang aku kagumi. Untuk pertama kalinya aku jatuh cinta.

Semakin sering kau bersamanya. Semakin sering kau menghabiskan waktu dengannya. Semakin kau yakin dialah satu satunya. Tidak mau yang lain. Hanya dia.

Konyol memang. Tapi itulah yang terjadi padaku. Disaat cinta pertama itu hadir, aku berkeyakinan dialah cinta terakhir, tidak ada yang lain. Saat ada seseorang yang lain yang lebih keren, ganteng, tetap saja mataku hanya tertuju pada cinta pertama.

Apa aku telah dibutakan oleh cinta?
Entahlah, satu yang aku tau, aku cinta padanya.

Kamu akan mulai menerima semua kekurangannya. Bahkan kamu akan lupa jika dia punya kekurangan, karena kamu hanya menatap kebaikan pada dirinya. Dan tak terasa setahun berlalu, kamu semakin yakin dengan pilihanmu. Dialah yang terbaik.

Tapi kamu lupa. Seseorang yang kamu elu elukan setiap hari. Seseorang yang kamu kagumi setiap saat. Seseorang yang kamu percayai. Suatu saat akan benar-benar mengkhianatimu. Dia akan mulai lupa perjalanan yang kamu habiskan bersamanya. Dia akan mulai lupa dengan siapa dia bersusah payah dulu. Dia akan lupa bahwa kamu yang selalu ada untuk dia. Hingga pada akhirnya, dia pergi meninggalkanmu dan memilih sosok yang baru.

Saat kamu tidak bersama dengannya. Pasti ada sosok baru yang menantikan kekosongan dihidupmu. Memanfaatkan situasi dengan mendekatimu. Tapi sayang, hatimu tetap tertuju pada cinta pertama.

Aku pun menyadari hal itu. Aku terkagum dengan sosok yang baru. Humoris, pandai bergaul, laki banget. Tapi tetap saja hatiku beku. Ternyata aku tidak jatuh cinta padanya. Aku hanya jatuh hati, terkagum dengan kepribadiannya. Aku tidak merasakan hal yang spesial seperti yang aku rasakan pada cinta pertamaku.

Atau mungkinkah aku benar-benar mati rasa? Saat cinta pertama pergi, sosok baru muncul hanya sebagai penghibur, tidak ada yang spesial. Saat sosok baru lain datang, tetap saja tidak ada yang berubah. Mungkin benar cinta pertama itu spesial, tapi lebih spesial lagi jika itu cinta terakhir dan selama lamanya.

 

 

Posted in Love

Mimpi

Aku bermimpi. Bermimpi tentangmu. Tentang sikap dinginmu saat kita bertemu. Begitu dingin. Tanpa kata. Memalingkan muka. Sama seperti sikap dinginmu kini, tanpa kabar, tanpa cerita.

Aku bermimpi. Bermimpi tentangmu. Seolah tidak pernah ada cerita diantara kita. Kau bersikap layaknya teman biasa. Menyapa sebagai teman. Berbincang sebagai kawan lama.

Bagaimana kabarmu kini? Kau sempat menawarkan cerita kedua tapi kini kau hilang tanpa permisi. Terimakasih untuk cerita LDR yang singkat.

Mungkin benar. Tak selayaknya seseorang yang baru memutuskan hubungan dengan orang lain tiba-tiba menjalin kasih dengan sosok yang baru. Perlu jeda. Perlu ruang untuk memulihkan hati dan menata rapih kembali.

Sekarang aku mengerti kenapa banyak orang yang memilih sendiri setelah dikhianati. Agar tidak membuat luka baru. Agar siap dengan sosok yang baru.

Maka aku ingin menjadi sosok yang baru. Yang memberi kekuatan bukan melemahkan. Yang menjadi kebanggaan bukan beban.

Aku disini. Menata rapih kembali kehidupanku. Menata rapih kembali hatiku.

Posted in Love

Jadian Diumbar, Putus Dihapus

Teringat dengan postingan instagram musisi favorite,

“Jadian diumbar-umbar, putus dihapus hapus”

Aneh emang. Sekarang jamannya sosial media. Baru jadian sama pacar langsung posting ini itu di sosial media. Buat apa cobaa.. Buat pamer punya pacar? Ato pamer bisa dapetin dia dengan mudah karena pdkt bentar terus jadian? Bentar-bentar lo putus tau. mmm ato biar gak direbut orang? iya siih pasti biar gak direbut orang, biar yang niat nikung juga tau diri.

Pengalaman siih, aku bukan tipe orang yang kalo deket sama lawan jenis langsung posting di sosial media. Blog ini aja blog pribadi, gak di share kecuali orang yang dateng lewat mbah google.

Sering banget aku nemu orang-orang terutama temen-temenku yang baru jadian, terus posting foto berdua, okelah gak apa apa kalo cuma satu dua tiga, ini nyampe 10 lebih bahkan, eeh gak lama cekcok terus dihapusin, kan cape.

Ada yang bilang yang hening hening syahdu itu yang biasanya langgeng, bukan yang dipamer pamer.

Tapi semua balik lagi ke pribadi masing-masing, setiap orang punya hak dengan kehidupannya. Maka jadilah pribadi yang baik, yang menghargai orang lain. Mungkin saja ada orang yang meratap dengan sedihnya karena postingan yang romantis.

Selamat malam, selamat menikmati tugas, laporan yang menumpuk, hehe 🙂

Aku melepaskanmu
Aku merelakanmu pergi
Biarlah kamu bahagia dengan seseorang yang telah lama bersama
Biarlah waktu yang mempertemukan aku dan kamu kembali

Aku tidak akan pernah menjadi perempuan yang pernah seseorang pilih
Perempuan yang mengambil perhatiannya dan menghancurkan kisahku

Kini biarlah aku merindukanmu diam-diam
Biarkan saja hanya pembaca yang tau

Karma

Apakah ini karma?

Dia yang membuatku tertawa saat aku menangis
Dia yang membuat kisahku berwarna
Dia yang membuatku bisa membuka hati
Haruskah kisah ini berakhir?

Baiklah kita akhiri saja

Mungkin

Mungkin jika kau tak menyakitiku
Mungkin jika kau tak mencampakkanku
Mungkin jika kau tak berpaling pada yang lain
Aku akan masih sangat jatuh cinta padamu

Aku pernah gila karenamu
Hingga aku tersakiti dan dipermalukan
Dan setiap kerinduan itu datang yang ada hanyalah kebencian

Kebencian karena aku terkagum kagum pada orang yang salah
Kebencian atas pilihanmu
kebencian pada orang yang mencurimu

Yang ada sekarang hanya keangkuhan untuk menang dari perempuan yang pernah kau pilih
yang ada sekarang hanya kebencian atas ketidakdewasaanmu

Namun aku berusaha menikam kebencian itu
Berpura-pura tidak tau
berpura-pura itu bukan kisahku

Tapi semakin aku tikam kebencian itu berkali kali lipat
Sampai pada batasnya akan ada seseorang yang akan mengobati lukaku
Hanya waktu yang akan menjawab kapan lukaku sembuh